PT. Rifan Financindo Berjangka News

Fakta Baru yang Ditemukan Polisi Terkait Perampokan di Pondok Indah

13 Sep 2016 - 13:28 WIB

Fakta Lain Terkait Perampokan di Pondok Indah | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang

Dalam prarekonstruksi tersebut dihadiri oleh kelima tersangka yakni, AJS, SU, RHN, SAS, dan S alias CH. Di rumah sakit tersebut, kelima tersangka memeragakan 21 adegan.

“Jadi mereka di sini berkumpul dan AJS memberi tahu tugas para tersangka lainnya dalam perampokan di rumah Pak Asep,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan di lokasi.

Kelima tersangka berkumpul di Rumah Sakit Qodr, Karawaci pada Jumat (2/9/2016) sekitar pukul 21.00 WIB. Di lokasi tersebut, selain AJS memberikan senjata api ke SU, AJS juga memberi arahan kepada tersangka lainnya mengenai tugas mereka dalam perampokan tersebut.

AJS juga di lokasi itu memerintahkan S alias CH untuk menggambar rumah korbannya. Dalam aksi tersebut, AJS dan SU bertugas masuk ke rumah korban, RHN bertugas untuk mengendarai mobil, SAS dan S alias CH memantau situasi di luar rumah korbannya.

AJS dan SU menyandera Asep Sulaiman dan keluarganya yang tinggal di Jalan Bukit Hijau IX Nomor 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Sabtu (3/9/2016) pagi. Aksi tersebut diketahui setelah salah seorang warga mendengar teriakan meminta pertolongan dari pekerja rumah tangga (PRT) di tempat tinggal tersebut.

Sekitar pukul 10.30 WIB, salah seorang PRT berhasil melarikan diri dari penyanderaan setelah diminta untuk membuatkan mi. Petugas kepolisian akhirnya meringkus dua pelaku perampokan dan penyanderaan pada pukul 14.14 WIB hari itu.

Dari prarekonstruksi ini, Hendy mengatakan, ditemukan fakta baru adanya dua senjata api yang digunakan para pelaku dalam perampokan tersebut. Ternyata, selain AJS yang membawa senjata api, dalam perampokan tersebut SU juga dipersenjatai oleh AJS.

“Senjata satu lagi berjenis Revolver. Jadi saat di parkiran rumah sakit, AJS memberikan senjata api kepada SU,” ucapnya.

Polisi menggelar prarekonstruksi kasus dugaan perampokan di rumah mantan wakil direktur utama PT Exxon Mobil, Asep Sulaiman. Prarekonstruksi tersebut pertama kali dilakukan di Rumah Sakit Qodr, Karawaci, Selasa (13/9/2016).

 

Polda Gelar Prarekonstruksi Penyanderaan di Pondok Indah | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang

Dalam rekonstruksi tersebut diketahui komplotan ini menugaskan seorang kuli bangunan yakni, Sutimin (42) yang terlihat bingung saat‎ dibawa untuk prarekonstruksi oleh polisi.

“Kenapa pak, saya tak dengar tadi disuruh apa,” kata Sutimin ke polisi yang menjaganya. Rupanya Sutimin tak mendengar apa yang diperintahkan pemimpin rekonstruksi. Sutimin mengaku, sudah sekitar tujuh tahun lalu mengenal John lantaran pernah jadi salah satu tukang ketika John membangun rumah.

Tapi John baru menelepon Sutimin beberapa hari sebelum perampokan. Dia dijanjikan imbalan sejumlah uang untuk pekerjaan mudah. Sutimin setuju karena sedang tak punya pekerjaan. Oleh John, Sutimin diberi pekerjaan hanya sebagai pemantau saja di setiap aksi.

Menurut Hendy, prarekonstruksi itu perlu dilakukan untuk menguji dan memperjelas keterangan pelaku kepada penyidik. Dalam prarekonstruksi itu, para pelaku perampokan itu pun ikut dihadirkan pula didampingi pengacaranya.

“Prarekonstruksi untuk menguji sekaligus memperjelas keterangan masing-masing pelaku, sehingga mempermudah nantinya dalam pembuktian para pelaku dan perannya itu,” tuturnya.

Rumah sakit ini digunakan Abdi John Suyadi (AJS) otak perampokan untuk bertemu dengan empat anak buahnya. Di tempat itulah Abdi membagi-bagi tugas, serta menyerahkan senjata jenis Revolver ke Samadi salah satu pelaku.

“Total ada 21 adegan di RS Qadar,” kata Hendy kepada wartawan, Selasa (13/9/2016). Setelah dari RS Qadar, petugas membawa para pelaku ke Hotel Asri, tempat mereka istirahat dan makan sebelum beraksi.

Polda Metro Jaya menggelar prarekonstruksi perampokan sekaligus penyanderaan di rumah Asep Sulaeman di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Para pelaku melakukan prarekonstruksi di empat lokasi berbeda.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendy Febriyanto Kurniawan mengatakan, empat lokasi prarekonstruksi tersbut di antaranya RS Qadar, Tangerang; Hotel Asri di Ciputat, ‎depan RS Pondok Indah, dan rumah korban di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Di RS Qadar di Karawaci, polisi melakukan prarekonstruksi di dua titik yakni, kantin dan parkiran.

 

BREAKING NEWS: Perampokan Pondok Indah Direkonstruksi | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang

Aparat Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya menggelar pra rekonstruksi kasus perampokan di rumah Vice President Exploration ExxonMobil Indonesia, Asep Sulaiman, di Pondok Indah.

Pra rekonstruksi dilanjutkan di rumah korban di Jalan Bukit Hijau IX nomor 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Berdasarkan hasil analisa, olah tempat kejadian perkara (TKP), keterangan para saksi dan bukti-bukti yang ada menunjukkan indikasi kuat adanya upaya perampokan.

“Diawali perencanaan, perekrutan dan persiapan perlengkapan. Kami menyimpulkan ini upaya perampokan namun gagal karena keburu dikepung polisi,” kata dia.

Di pra rekonstruksi itu, penyidik akan membawa lima tersangka, mereka yaitu AJS (38), SU, RHN, SAS, dan S alias CH.

“Kami melakukan prarekonstruksi untuk membuat terang peristiwa pidana,” tutur Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan kepada wartawan, Selasa (13/9/2016).

Dia menjelaskan, pra rekonstruksi akan dimulai dari titik pertemuan para tersangka di RS Kodar, Karawaci. Kemudian dilanjutkan ke lokasi transit di hotel di Ciputat.

 

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang


TAGS   news / nasional / peristiwa /


Author

Recent Post

Recent Comments

Categories

Archive